“Untuk bentuk kerja samanya seperti apa nanti akan dibahas lebih lanjut. Saat ini bolanya ada di pihak dinas dan kami tinggal menunggu respons atau hasilnya yang akan disampaikan melalui PIC yang sudah diberikan kepada kami,” jelasnya.
Sinergi Pendidikan dan Kewirausahaan
Dalam kunjungannya, Robertus menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk membangun fondasi mental yang kuat bagi calon wirausaha muda di masa depan.
“Karakter adalah fondasi utama. Kalau generasi muda memiliki karakter yang kuat, mereka akan mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketika terjun menjadi wirausaha,” ungkap Robertus.
Ia berharap sinergi ini dapat menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini agar para pemuda tidak hanya berorientasi mencari kerja.
“Kami ingin generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya lagi.
Dukungan dari Puspeka Kemendikdasmen
Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), Rusprita Putri Utami, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif kolaborasi dengan elemen organisasi kewirausahaan.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak boleh hanya terpaku pada capaian akademik semata.
“Penguatan karakter menjadi fondasi penting bagi generasi muda agar mereka mampu menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang kritis, mandiri, dan berintegritas,” kata Rusprita.
Ia berharap kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang siap berkontribusi bagi bangsa melalui nilai-nilai tanggung jawab dan kepedulian sosial.










