Ia memperingatkan bahwa rakyat kecil adalah pihak yang paling rentan terkena dampak jika terjadi gangguan distribusi energi akibat gejolak global tersebut.
Merespons situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM dan LPG subsidi dalam waktu dekat, 3/4.
Meski kebijakan ini diprediksi akan membebani APBN hingga Rp120 triliun, pemerintah memilih untuk “pasang badan” demi menjaga stabilitas nasional. Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata keberpihakan pemimpin terhadap kesejahteraan rakyat di tengah krisis energi yang menghantui dunia.[dit]











