Dunia harus mencatat, AS dan Israel yang memulai perang ini dan mereka juga yang memulai menyasar infrastruktur sipil, maka mereka harus menerima konsekuensi dibalas. AS, Israel dan semua negara arab pendukungnya akan merasakan balasan.
Jika ada yang mengecam Iran karena menyerang negara arab, sesungguhnya mereka tidak paham peta geopolitik timur tengah, dan tidak mengerti bagaimana erat nya hubungan AS dan Israel dengan negara negara Arab itu dalam memusuhi Iran.
Saya termasuk prihatin melihat ada ustadz ustadz yang mengecam Iran karena menyerang negara teluk, ustadz ustadz ini berbicara tanpa data dan fakta yang jelas, keahlian mereka sebenarnya urusan wudhu, istinja, dan fikih kehidupan sehari-hari. Seharusnya mereka tidak memaksakan diri mengomentari GeoPolitik dengan membela negara negara Sunni zionis Arab di timur tengah. Ustadz ustadz goblok itu terus berkomentar sesuatu yang mereka gak pahami.
Semua negara arab sah dihancurkan oleh Iran, mereka adalah partner bisnis Trump dan partner agenda Israel raya Netanyahu, mereka bekerjasama untuk menghancurkan Iran yang dianggap batu sandungan terbesar ambisi Netanyahu dan Trump saat ini.
Semua negara arab yang membantu Israel dan AS menyerang Iran sah menjadi target balistik dan Hipersonik Iran, bahkan istana istana raja arab sah dihancurkan menjadi abu atas tindakan mereka berkolaborasi dengan Netanyahu dan Trump untuk melenyapkan Iran.
Perang saat ini bagi Iran adalah perang eksistensial (Al Harb Al Wujudiy), kejahatan perang AS dan Israel yang menghancurkan infrastruktur Iran wajib dibalas dengan kehancuran yang lebih besar.
Ustadz ustadz atau tokoh agama yang membela negara arab dan mengecam Iran atas serangan mereka ke negara teluk, adalah orang orang bodoh yang super goblok tentang isu GeoPolitik dan apa sebenarnya yang terjadi di dunia arab dalam konteks perang ini.
Saya sering melihat tokoh tokoh agama dan ustadz ustadz di Indonesia, memberikan statement bodoh mereka yang mengecam Iran dan membela negara arab di media, tanpa malu memamerkan kebodohan itu di depan publik.
Arab sejatinya tidak pernah berubah dari dulu, hanya umat Islam saja yang gak pernah pintar sampai sekarang.**
Tengku Zulkifli Usman
