Ia menegaskan bahwa Indonesia kini menggunakan pendekatan ganda: keamanan dan kesejahteraan (security and prosperity).
“Indonesia tidak membangun tembok di perbatasan, tetapi membangun kesejahteraan. Batas negara harus tegas dari sisi kedaulatan, namun dari sisi ekonomi, perbatasan justru harus menjadi penopang penguatan ekonomi masyarakat kedua negara,” ujar Nur Kholis.
Menurutnya, pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) bukan sekadar simbol fisik kehadiran negara, melainkan upaya mengubah wajah perbatasan dari daerah terisolasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama di sektor pertanian dan pariwisata.
Fokus pada Kualitas SDM
Bupati Sambas, Satono, yang juga menjabat sebagai Ketua Parmusi Kalbar, menyambut baik sinergi ini. Baginya, pembangunan infrastruktur di perbatasan harus dibarengi dengan kesiapan kualitas manusianya.
Ia menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah kunci utama untuk mengelola potensi besar yang ada di Sambas agar memberikan dampak berkelanjutan.
Melalui forum ini, BNPP RI berharap tercipta kesamaan visi antara pemerintah, tokoh agama, dan akademisi dalam memandang kawasan perbatasan bukan lagi sebagai halaman belakang, melainkan sebagai beranda depan negara yang maju dan berdaulat.











