Ketegangan Berlanjut, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik Dekati Level Kritis

Harga Minyak Global Anjlok Drastis, Ternyata Dampak dari Ini!/(Ilustrasi/@pixabay)

Ditambah lagi, Iran masih secara ketat mengawasi wilayah perairannya. Hal ini otomatis membuat pasar kebingungan memprediksi kapan distribusi minyak dari negara Teluk seperti Arab Saudi dan Irak bisa pulih.

Situasi keamanan yang fluktuatif kian membebani industri. Serangan di Arab Saudi bahkan telah sukses memangkas kapasitas produksi minyak mentah hingga mencapai 600.000 barel per hari.

Para analis energi meyakini bahwa risiko di pasar belum akan mereda dalam waktu dekat ini. Kapal tanker masih terus dihantui oleh bayang-bayang ancaman ranjau laut dan aktivitas militer, yang sangat berpotensi melambungkan ongkos asuransi dan logistik pengiriman internasional.

Merespons tingkat ketidakpastian tinggi ini, lembaga keuangan Goldman Sachs justru memutuskan untuk menurunkan proyeksi harga minyak dunia untuk kuartal kedua 2026.

Harga Brent ke depannya diperkirakan hanya akan berada di rata-rata 90 Dolar AS per barel, dan WTI di angka 87 Dolar AS per barel, angka yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.[dit]