“Seluruh wartawan punya cabang di seluruh Indonesia. Silakan cek langsung ke gudang-gudang. Gudang dibuka kapan saja. Tidak mungkin berani mengatakan 5 juta ton kalau isinya 4 juta ton, karena konsekuensinya hukum,” ujarnya.
Kritik dan Kedaulatan Pangan Global
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyoroti pentingnya keterbukaan terhadap masukan dari berbagai pihak sebagai bagian dari pembangunan sektor pertanian.
“Kalau kita beda pendapat, biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kalau ada yang mengkritik konstruktif, itu baik untuk negara. Yang penting jangan fitnah,” katanya.
Kondisi stok yang melimpah ini membawa dampak strategis pada kemandirian pangan nasional.
Setelah sebelumnya Indonesia melakukan impor cukup besar pada periode 2023–2024, kini tren tersebut berhasil dipatahkan. Mentan optimistis Indonesia akan terus mempertahankan status bebas impor beras.
“Alhamdulillah, kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi,” ujarnya optimis.
Dengan cadangan yang kuat, Indonesia kini tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan domestik, tetapi juga memposisikan diri sebagai pilar ketahanan pangan dunia.
“Ini berkontribusi pada rakyat Indonesia dan juga pada dunia. Indonesia sekarang berkontribusi pada dunia,” pungkas Mentan Amran.











