“Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisa yang sangat baik, sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan Letter of Intent tersebut,” ujar Rico.
Evaluasi Misi Perdamaian dan Geopolitik Global
Selain masalah wilayah udara, para purnawirawan juga menyoroti risiko prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan, menyusul gugurnya tiga prajurit baru-baru ini.
Ketegangan di Selat Hormuz yang melibatkan Iran dan AS pun turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut.
Rico menjelaskan bahwa masukan-masukan ini akan menjadi modal penting bagi evaluasi kebijakan operasional TNI di wilayah konflik.
“Itu termasuk menjadi masukan-masukan dari para senior supaya evaluasi ke depannya bagaimana, termasuk dengan perkembangan yang ada saat ini di Lebanon Selatan, maupun perkembangan geopolitik yang ada di Selat Hormuz. Itu menjadi bahan-bahan masukan dari para purnawirawan,” tambahnya.











