Jelang 125 Tahun Soekarno, Pemerintah Rusia: Bung Karno Tanamkan Fondasi Hubungan RI-Rusia

Dalam kesempatan itu, Megawati turut menyampaikan harapan agar pesawat Sukhoi milik Indonesia dapat memperoleh dukungan perawatan dan overhaul dari Rusia.

Menanggapi hal tersebut, Tolchenov mengatakan kerja sama yang dibangun pada masa pemerintahan Megawati menjadi fondasi penting hubungan bilateral kedua negara hingga saat ini.

“Alutsista Rusia mulai masuk Indonesia pada masa Presiden Megawati. Itu menjadi dasar kerja sama yang sangat baik,” ujar Tolchenov.

Ia juga menilai transaksi langsung rupiah-rubel semestinya dapat menjadi solusi dalam perdagangan bilateral di tengah situasi geopolitik global dan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Selain membahas hubungan bilateral dan pertahanan, pertemuan turut menyinggung peluang kerja sama riset antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan lembaga ilmiah Rusia.

Megawati yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah BRIN menjelaskan Indonesia baru menemukan gunung berapi aktif bawah laut dan membutuhkan dukungan teknologi serta kerja sama ilmiah.

Tolchenov menyatakan Rusia siap membantu melalui kerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, termasuk penggunaan teknologi kapal selam dan alat nirawak bawah laut.

“Kami juga sudah memiliki kerja sama dengan BRIN di bidang nuklir dan antariksa. Bahkan akan didirikan monumen Yuri Gagarin di lingkungan BRIN,” ujarnya.

Dubes Rusia juga mengusulkan pemutaran film dokumenter kunjungan Soekarno ke Uni Soviet melalui kerja sama dengan Megawati Institute atau
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Pertemuan berlangsung akrab dengan pendampingan Wakil Dubes Rusia Veronika Novoseltseva yang fasih berbahasa Indonesia.

Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Bendahara Umum Olly Dondokambey, Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga, serta Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid.