Kisruh Penarikan Lexus Salah Sasaran, BFI Finance Tegaskan Posisi Sebagai Korban Wanprestasi

Kisruh Penarikan Lexus Salah Sasaran, BFI Finance Tegaskan Posisi Sebagai Korban Wanprestasi/(Foto: Ilustrasi)

Saudara AP mengaku telah membeli mobil tersebut secara tunai dari pihak sebelumnya tanpa mengetahui status pembiayaannya.

Menyadari adanya komplikasi kepemilikan, tim penagih segera menghentikan proses penarikan di tempat guna menghindari konflik lebih lanjut. Pihak BFIN menegaskan bahwa insiden ini merupakan dampak dari perilaku konsumen yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, jajaran manajemen BFI Finance telah menemui Saudara AP secara langsung pada 7 November 2025.

Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami akibat operasional penagihan di lapangan. Saat ini, BFIN terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak berwajib untuk mencari solusi yang adil.

Budi menegaskan bahwa kejadian ini tidak berdampak pada stabilitas operasional maupun harga saham BFIN di pasar modal. Perusahaan tetap berkomitmen menempuh jalur hukum terhadap nasabah pertama (AHP) demi menyelesaikan masalah ini secara tuntas dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.[dit]

Exit mobile version