Sebagai contoh, harga telur ayam dibanderol hanya Rp26 ribu per kilogram, minyak goreng merek Serak seharga Rp58 ribu, beras SPHP di angka Rp59 ribu, serta beras kelas premium dipatok Rp77 ribu per karung. Harga miring ini jelas menjadi angin segar bagi masyarakat.
Merespons tingginya animo masyarakat, Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menilai bahwa program pemenuhan sembako ini sangat krusial.
Ia secara khusus mengapresiasi kolaborasi apik antara Disperdagin, Bulog, Bank Indonesia, BPS, serta dukungan dari jajaran Forkopimda.
Yamin menegaskan, membeludaknya antusiasme warga menunjukkan betapa vitalnya intervensi harga. Langkah konkret ini diandalkan sebagai instrumen utama pemerintah untuk menekan laju inflasi Kota Banjarmasin yang saat ini berada di level 3,62 persen.
“Selisih harga yang dirasakan masyarakat bisa mencapai hampir Rp20 ribu hingga Rp24 ribu per paket. Ini tentu sangat membantu,” terangnya.
Ke depannya, Wali Kota berkomitmen penuh agar agenda operasi pasar murah ini tidak hanya terpusat di satu titik. Distribusi akan segera diperluas ke berbagai lingkungan wilayah lain supaya bisa lebih dekat melayani masyarakat luas yang paling membutuhkan.[dit]











