Kalbar  

Jerat Leher Teman Pakai Tali, Kasus Perundungan Siswa di Kubu Raya Berujung Mediasi

Kepolisian dan pihak sekolah melakukan mediasi secara kekeluargaan untuk menyelesaikan kasus kekerasan fisik antarsiswa di Sungai Ambawang.
Kepolisian dan pihak sekolah melakukan mediasi secara kekeluargaan untuk menyelesaikan kasus kekerasan fisik antarsiswa di Sungai Ambawang. (Dok. HO/Faktanasional)

“Memang terdapat bekas jeratan pada leher korban akibat tarikan tali plastik oleh para pelaku. Namun saat ini kondisi korban sehat dan dapat beraktivitas secara normal tanpa mengalami gangguan kesehatan,” katanya.

Seluruh pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dengan tetap memperhatikan hak pendidikan bagi anak di bawah umur.

Pihak sekolah tetap menjatuhkan sanksi tegas kepada ketiga pelaku berupa pemberhentian atau pengembalian pembinaan kepada orang tua masing-masing.

“Ketiga pelaku tetap menerima sanksi berat berupa dikeluarkan dari sekolah. Akan tetapi prosesnya tidak dilakukan secara langsung. Pihak madrasah masih memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan ujian akhir dan memperoleh nilai kenaikan kelas. Setelah tahun ajaran selesai, baru dilakukan proses perpindahan,” terang Ade.

Pihak madrasah juga berkewajiban memberikan penjelasan resmi terkait informasi yang viral di media sosial agar persoalan tidak memicu berita simpang siur di masyarakat.

Langkah klarifikasi ini dinilai sangat penting demi menjaga nama baik institusi pendidikan serta melindungi privasi identitas anak-anak dari dampak sosial negatif.

“Problem solving ini dikedepankan sebagai langkah pembinaan dan perlindungan terhadap korban maupun pelaku, karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur sehingga pendekatan edukatif lebih diutamakan,” pungkasnya.

(RA)