Hasil kaji cepat sementara mencatat 2.489 rumah, 12 unit fasilitas ibadah, 13 unit fasiliytas pendidikan, 15 unit perkantoran terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 10 – 60 sentimeter. BPBD Hulu Sungai Tengah segera melakukan asesmen dan melakukan upaya penganan darurat.
Beralih ke Provinsi Jawa Barat, banjir terjadi di Kabupaten Cirebon. Hujan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin (18/5) memicu peningkatan debit sungai hingga meluap ke perumahan warga. Adapun lokasi terdampak berada di Kelurahan Kalijaga; Kelurahan Harjamukti di Kecamatan Harjamukti, Kelurahan Pegambiran; Kelurahan Kasepuhan di Kecamatan Lemahwungkuk, Kelurahan Drajat di Kecamatan Kesambi, Kelurahan Jagasatru di Kecamatan Pekalipan.
Atas peristiwa ini sebanyak 1.363 unit rumah terdampak dan 5.139 warga terdampak. Banjir juga memaksa 30 warga mengungsi ke rumah kerabat. Kondisi terkini, banjir berangsur surut dengan ketinggian air berkisar antara 40-150 sentimeter. BPBD Kabupaten Cirebon segera melakukan penanganan darurat dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
Menyikapi masih tingginya curah hujan di berbagai wilayah di Tanah Air yang memicu rangkaian bencana, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.
Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman. Sedangkan untuk warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.











