FAKTANASIONAL.NET – Jutaan warga kawasan pesisir hingga daratan ibu kota kembali diinstruksikan untuk melipatgandakan status siaga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta secara resmi menerbitkan rilis peringatan dini terkait ancaman potensi cuaca ekstrem yang diproyeksikan akan mengepung langit teritori ibu kota selama lima hari ke depan, terhitung pada periode kritis 20 hingga 24 Mei 2026.
Merujuk pada kalkulasi dan pemodelan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh petak wilayah administratif Jakarta, tanpa terkecuali gugusan Kepulauan Seribu, diprakirakan akan dihantam hujan berintensitas menengah hingga lebat.
Curah hujan dengan volume tinggi ini tentu saja membawa seret risiko ikutan berskala masif, yakni rentetan ancaman dampak hidrometeorologi sekunder.
Dikutip dari RMOL, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, dalam keterangan persnya pada Kamis (21/5/2026), menegaskan instruksi bagi seluruh elemen warga untuk mempertebal lapisan mitigasi.
Ia menyoroti tajam bahwa fondasi kesiapsiagaan warga secara komunal adalah kunci sentral guna mereduksi rasio risiko bencana, terkhusus menghadapi momok klasik berupa luapan air bah dan genangan yang terbiasa melumpuhkan tulang punggung mobilitas ibu kota.











