Tinjau Masjidil Haram, Menhaj Gus Irfan Apresiasi Petugas Sigap Layani Jemaah Haji Lansia Usia 80 Tahun
FAKTANASIONAL.NET — Pelayanan terhadap jemaah haji lanjut usia (lansia) asal Indonesia yang tengah beribadah di kawasan Masjidil Haram, Makkah, terus mendapat perhatian serius dan pengawalan ketat dari pemerintah. Dedikasi tinggi serta respons cepat…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Pelayanan terhadap jemaah haji lanjut usia (lansia) asal Indonesia yang tengah beribadah di kawasan Masjidil Haram, Makkah, terus mendapat perhatian serius dan pengawalan ketat dari pemerintah.
Dedikasi tinggi serta respons cepat para petugas haji dalam mendampingi dan membimbing para lansia menuai apresiasi besar karena dinilai menjadi pilar utama dalam menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi jemaah di Tanah Suci.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan pujian langsung setelah menyaksikan langsung bagaimana para petugas berjibaku di lapangan demi memastikan keselamatan para jemaah berisiko tinggi tersebut.
Baca Juga: Cuaca Ekstrim, Jemaah Haji Banyak Terserang Flu dan Batuk
"Saya menemukan petugas-petugas yang luar biasa. Alhamdulillah, dengan semangat jemaah yang diimbangi petugas yang sigap, para sesepuh yang rata-rata berusia 80 tahun ini bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya," kata Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan di Makkah, Kamis (21/5/2026).
Gus Irfan menjelaskan, inspeksi mendadak dan peninjauan langsung ke area sentral ibadah ini sengaja dilakukan guna memastikan seluruh jemaah haji Indonesia mendapatkan hak pelayanan yang optimal.
Terlebih, para petugas haji di klaster perlindungan jemaah dan lansia diketahui terus bersiaga tanpa henti melayani pergerakan massa sejak pagi buta.
Dalam peninjauan tersebut, Gus Irfan menyempatkan diri untuk menyapa, memeluk, dan berbincang hangat dengan sejumlah jemaah haji reguler, salah satunya rombongan jemaah yang berasal dari Pulau Kalimantan.
Dari hasil interaksi langsung itu, ia menangkap kepuasan mendalam dari para jemaah atas kualitas penanganan dan keramahan yang disuguhkan petugas di lapangan.
Guna menjaga konsistensi tingkat kepuasan tersebut, Menhaj menegaskan bahwa komitmen kementeriannya sudah bulat untuk terus melakukan evaluasi berkala dan berbasis data terhadap setiap tahapan penyelenggaraan operasional ibadah haji.
"Kita akan selalu mengevaluasi. Kelebihan yang ada kita pertahankan dan kita tingkatkan, sementara kekurangan kita tutup dan perbaiki. Hal itu yang harus terus dilakukan," ujar Gus Irfan.
Imbauan Terkait Rekayasa Bus Menjelang Puncak Arafah
Di sisi lain, menanggapi laporan mengenai dinamika antrean panjang serta penumpukan bus pencarter di sejumlah terminal transit maktab, Menhaj mengimbau agar seluruh jemaah haji Indonesia tetap tenang dan tidak panik.
Ia meluruskan bahwa hambatan pergerakan armada tersebut murni merupakan imbas dari kebijakan sterilisasi dan rekayasa arus lalu lintas berskala besar yang diterapkan oleh otoritas Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Menjelang Arafah ada rekayasa lalu lintas yang dilakukan Pemerintah Saudi, sehingga beberapa bus harus berputar-putar. Kami memaklumi keterlambatan tersebut, namun kami pastikan dan upayakan secara maksimal seluruh jemaah tetap terangkut kembali ke hotelnya masing-masing dengan aman," pungkas Gus Irfan menutup keterangannya.
Baca Juga: Satgas Mulai Tindak Jemaah Haji Ilegal, Sanksi Deportasi 10 Tahun Menanti
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.