Daerah  

Kejar Target Swasembada, Kementan Genjot Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi

Langkah mitigasi yang diinisiasi Kementerian Pertanian di 25 provinsi ini ditargetkan mampu mengoptimalkan 50 ribu hektare lahan guna mengantisipasi puncak musim kemarau./Dok. Kementan

Kunci Sukses: Kawalan Penyuluh dan Sentuhan Teknologi

Hadir langsung di Sukabumi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, didampingi Staf Ahli Bupati Sukabumi, Tri Romadhono.

Idha menjelaskan bahwa gerakan yang memasuki jilid keenam ini berfungsi sebagai akselerator untuk mendongkrak Indeks Pertanaman (IP)—mengubah pola dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun dengan memanfaatkan sisa air di akhir musim hujan.

“Kami kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serentak untuk keenam kalinya yang dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan diikuti 25 provinsi di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Alhamdulillah, lebih dari 50 ribu hektare lahan telah kembali tertanami,” urai Idha.

Ia menggarisbawahi pentingnya konsistensi di lapangan dan integrasi teknologi modern seperti rice transplanter hingga drone pertanian untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” jelasnya, sembari mengingatkan agar aktivitas menanam terus berjalan setiap hari tanpa putus.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Gerakan ini disambut positif oleh jajaran kepala daerah yang turut hadir via sesi dialog virtual, di antaranya Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamamik, Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Sekda Pinrang Andi Calo Kerrang, serta Staf Ahli Bupati Tanah Bumbu Andrianto Wicaksono.

Mereka sepakat bahwa program ini memicu lompatan produktivitas di daerah masing-masing.

Merespons kebutuhan lapangan, Kepala BPPSDMP memastikan Kementan siap memfasilitasi usulan daerah terkait infrastruktur penunjang.

“Untuk kebutuhan alsintan, benih, jalan usaha tani, dan kebutuhan pendukung lainnya dapat segera diusulkan sesuai mekanisme yang ada agar dapat segera ditandaklanjuti,” tutup Idha.

Program lintas sektoral ini sukses bergulir berkat kolaborasi erat antara Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ditjen Lahan dan Irigasi, Ditjen Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta para petani lokal dan generasi muda yang dilibatkan dalam misi modernisasi pertanian Indonesia.

Baca Juga: Kementan Pacu Rehabilitasi 6.451 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumatera Barat