“Abah hilang pergi tidak membawa kartu identitas, Nusuk (kartu pintar haji), HP semua ditinggal di hotel,” ungkap keponakan Firdaus, Alwihaz Zerra.
Diketahui, Firdaus berangkat ke Tanah Suci mendampingi istrinya melalui KBIH Imam Bonjol, Pondok Labu, Jakarta Selatan, dan menempati Kamar 916 di Future Light Hotel, Makkah. Pihak keluarga menegaskan almarhum tidak memiliki riwayat medis penyakit amnesia ataupun demensia (pikun), namun diduga kuat sedang dalam kondisi linglung saat keluar dari hotel.
PPIH Imbau Jemaah Tingkatkan Kepedulian Antarsesama
Belajar dari peristiwa memilukan ini, Kemenhaj RI mengimbau dengan sangat agar seluruh jemaah dan petugas haji di Tanah Suci memperketat pengawasan serta meningkatkan kepedulian antarsesama, terutama kepada golongan rentan seperti lansia, disabilitas, dan perempuan.
Hasan meminta siapa pun untuk lebih peka dan responsif jika melihat ada jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau berjalan sendirian di tengah keramaian Makkah.
“Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” imbau Hasan tegas.
Ia mengingatkan agar tidak membiarkan jemaah risti (risiko tinggi) atau lansia berjalan tanpa pendampingan demi meminimalkan risiko tersesat.
Di sisi lain, jemaah yang merasa membutuhkan bantuan diminta tidak sungkan untuk langsung melapor kepada petugas Indonesia yang bersiaga di lapangan.
Menutup keterangannya, Hasan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak keluarga atas kerja samanya, serta kepada KJRI Jeddah, otoritas dan rumah sakit Arab Saudi, tim pencari PPIH, hingga seluruh masyarakat Indonesia yang terus mengalirkan doa selama proses pencarian berlangsung.
Baca Juga: Komisi C DPRD DKI Dorong BLUD Kesehatan Bidik Potensi Pendapatan dari Vaksinasi Haji dan Umrah










