“Bukan hanya materi yang sudah terbebani, para pengelola dapur dan investor pun kini mengalami beban mental. Karena, puluhan orang relawan yang direkrut tak henti mempertanyakan kepastian bekerja,” keluhnya.
Beban tersebut kian nyata karena para relawan yang direkrut sebenarnya telah menyelesaikan pelatihan resmi melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Jawa Barat. Atas dasar itu, pengelola berharap BGN mau memberikan diskresi atau kebijakan khusus.
“Kami datang ke BGN memohon ada kebijakan agar dapur yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan. Kami murni ingin menyukseskan dan membantu pemerintah dengan menjadi mitra BGN,” kata Oesep yang mengaku juga telah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Barat.
Tanggapan Tegas BGN: YSBB Tidak Terdaftar Sebagai Mitra
Menanggapi gelombang aduan tersebut, Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, langsung memberikan klarifikasi resmi. Sony secara tegas menyatakan bahwa nama Yayasan Solusi Bangun Bangsa (YSBB) sama sekali tidak masuk dalam database kemitraan BGN.
Pihak BGN juga membantah klaim sepihak yayasan yang menyebut mereka memiliki jalur kerja sama khusus dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
“Masyarakat diimbau untuk mewaspadai maraknya penipuan berkedok jual-beli titik lokasi SPPG. Masyarakat jangan sungkan bertanya agar mendapat keterangan yang jelas,” tegas Sony.
Sony mempersilakan bagi masyarakat maupun pihak-pihak yang ingin mencari informasi valid atau merasa ragu mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk datang langsung ke kantor pusat BGN demi menghindari modus penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Tipu Korban Miliaran Rupiah, Modus Jual Beli Titik Layanan Gizi Disikat BGN dan Polri











