FAKTANASIONAL.NET – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara mengejutkan memberhentikan Dadan Hindayana dari kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Merujuk pada pemberitaan detik, keputusan tegas ini juga turut mendepak Wakil Kepala BGN Lodewijk Pusung serta Sony Sanjaya pada 2 Juni 2026.
Pengumuman perombakan jajaran pimpinan tersebut disampaikan langsung di Istana Presiden oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Kantor Komunikasi Presiden M. Qodari. Langkah strategis ini diklaim sebagai hasil dari pantauan dan evaluasi ketat Presiden terhadap kinerja lembaga terkait.
Kebijakan perombakan ini sontak memicu gelombang reaksi di jagat maya, terutama di berbagai portal berita daring. Mayoritas warganet menyindir keras efektivitas program BGN dan kinerja sang mantan kepala.
Sebuah komentar secara spesifik menyinggung kejanggalan klaim fantastis 19.000 ekor sapi per hari, sementara pengguna lain melontarkan sarkasme pedas bahwa Dadan kini tinggal menunggu waktu untuk bisa “mendapat makan gratis di penjara”.
Lebih dari itu, publik juga mendesak agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditinjau ulang atau bahkan dihentikan. Banyak yang merasa program tersebut gagal mencapai tujuan utamanya dan hanya sekadar menjadi dalih bagi-bagi kue kekuasaan semata.
Isu kebocoran anggaran yang bernilai fantastis turut ditekankan oleh netizen, memicu spekulasi bahwa pergantian posisi strategis ini hanyalah awal mula dari drama politik yang baru.
Mayoritas respons masyarakat memang bernada sangat skeptis terhadap tata kelola BGN sejauh ini.
Berikut Beberapa komentar yang muncul di kolom diskusi media detik antara lain:
otnayoy:
“Saran saya utk bapak botak Dadan hindariaja, mending bapak mulai sekarang ke dokter minta surat keterangan sakit parah ngga ada obatnya, jadi kalau dengar berita buruk bapak langsung koma. Nah dengan begitu, bapak ngga bakalan ditangkap sama kejaksaan, tapi bapak akan dijemput sama Isroil.”
Bernado Kawatu:











