PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Kota Pontianak menggelar tahap penilaian Lomba Kelurahan Kota Pontianak Tahun 2026 yang diikuti oleh enam kelurahan di Pontive Center Kantor Wali Kota pada Kamis (4/6/2026).
Enam kelurahan terbaik hasil seleksi tingkat kecamatan tersebut saling beradu inovasi pembangunan dengan mengusung tema peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor UMKM dan koperasi.
Peserta lomba tersebut terdiri dari Kelurahan Akcaya yang mewakili wilayah Pontianak Selatan dan Kelurahan Sungai Jawi sebagai perwakilan wilayah Pontianak Kota.
Kelurahan Siantan Tengah hadir mewakili wilayah Pontianak Utara untuk bersaing bersama Kelurahan Bangka Belitung Laut yang menjadi utusan Pontianak Tenggara.
Dua peserta lainnya adalah Kelurahan Pal Lima yang mewakili wilayah Pontianak Barat serta Kelurahan Tanjung Hulu sebagai representasi wilayah Pontianak Timur.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sarana pembinaan berjenjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.
“Kelurahan yang maju juga dilihat dari tingkat kepedulian sosial, kemandirian masyarakat, kekuatan ekonomi lokal, serta kemampuan menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan responsif,” ujarnya, usai membuka lomba.
Pelaksanaan evaluasi rutin tahunan ini mengacu secara langsung pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.
Amirullah menilai tema Lomba Kelurahan Kota Pontianak tahun ini sangat relevan dengan tuntutan zaman agar aparatur kewilayahan semakin adaptif mendorong pemberdayaan ekonomi warga.
“Para juri nanti lihat apakah yang dipaparkan sesuai dengan tema, yaitu peran kelurahan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM. Jadi yang dinilai harus benar-benar relevan dengan tema yang diangkat,” katanya.
Pemerintah kota secara khusus ingin mengukur sejauh mana komitmen para aparatur kelurahan dalam membangun perekonomian masyarakat yang berbasis pada potensi lokal masing-masing.
Setiap kelurahan sangat diharapkan mampu berperan aktif sebagai fasilitator maupun penghubung masyarakat dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi milik pemerintah daerah.
Amirullah juga mengingatkan seluruh tim penilai agar mengedepankan asas objektivitas serta menampung masukan langsung dari masyarakat setempat sebagai bahan pertimbangan utama.
“Jangan hanya melihat yang ditampilkan. Informasi dari masyarakat juga harus diterima sebagai bentuk cross-check untuk memastikan hasil penilaian benar-benar objektif,” tegasnya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pontianak Rifka menyebut penilaian ini bertujuan memotivasi kompetensi aparatur wilayah.
Kelurahan memegang peranan sangat strategis sebagai garda terdepan pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan upaya penggerakan ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin setiap kelurahan dapat menampilkan berbagai inovasi, potensi unggulan, serta praktik-praktik terbaik dalam membangun partisipasi masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal,” tuturnya.
Rifka berharap kompetisi adu gagasan tingkat kota ini dapat melahirkan inovasi terbaik yang mampu menjadi inspirasi nyata bagi kelurahan lainnya di Pontianak.
“Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Pontianak Tahun 2026 diikuti unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, TP PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tim juri yang akan menentukan kelurahan terbaik untuk mewakili Kota Pontianak pada jenjang berikutnya,” tutup Rifka.
(*Red)
