PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Kota Pontianak memastikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran atau SILPA Kota Pontianak akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung program pembangunan pada tahun mendatang.
Pemanfaatan sisa anggaran tersebut akan dilakukan melalui tahapan perencanaan yang jauh lebih matang agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menjelaskan bahwa besaran sisa anggaran tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknis di lapangan.
Faktor utama yang memengaruhi hal tersebut adalah efisiensi pelaksanaan kegiatan dan hasil proses lelang yang sukses menghasilkan penghematan anggaran.
“Memang terdapat beberapa faktor yang menyebabkan SILPA, di antaranya persoalan waktu pelaksanaan kegiatan dan efisiensi dari proses lelang yang mencapai sekitar 19 persen. Namun SILPA tersebut tetap akan kita gunakan kembali untuk mendukung pembangunan ke depan dengan perencanaan yang lebih baik,” ujarnya usai menyampaikan jawaban Wali Kota atas pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak terhadap penyampaian Raperda Kota Pontianak tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Kamis (4/6/2026).
Bahasan menilai kondisi perekonomian Kota Pontianak saat ini masih berada dalam keadaan yang relatif stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah daerah tetap mewaspadai berbagai perkembangan dinamika pasar yang berpotensi memengaruhi stabilitas roda ekonomi masyarakat di daerah.
Pihaknya meminta seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam menjaga tren pertumbuhan ekonomi daerah agar selalu menunjukkan hasil positif.
“Alhamdulillah, kondisi Kota Pontianak masih baik. Ke depan tentu kita harus terus berupaya bersama-sama menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap terjaga,” katanya.
Laju inflasi di wilayah tersebut juga masih dalam batas terkendali berkat posisi strategis kota sebagai pusat distribusi barang utama.
Sebagian besar pasokan kebutuhan masyarakat selalu masuk terlebih dahulu ke Pontianak sebelum didistribusikan ke berbagai kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Barat.
Kondisi jalur distribusi logistik tersebut membuat ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat di wilayah perkotaan menjadi relatif lebih terjamin.
Pemerintah kota tetap menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok demi menopang daya beli masyarakat.
Langkah pengendalian tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah apabila terjadi lonjakan harga secara tiba-tiba.
“Kami akan terus sigap melalui operasi pasar dan pasar murah. Selain itu, masyarakat juga terus diedukasi agar tidak panik dalam berbelanja sehingga kondisi pasar tetap stabil,” ungkapnya.
Bahasan menambahkan bahwa pemerintah kota telah merencanakan penggunaan SILPA Kota Pontianak ini secara memadai untuk mendukung berbagai program kesejahteraan dasar.
Kebijakan strategis tersebut menjadi wujud komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga daya beli serta kesejahteraan warga di tengah berbagai tantangan persoalan ekonomi.
(*Red)











