FAKTANASIONAL.NET – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mempertanyakan langkah konkret dan respons cepat Bank Indonesia (BI) dalam meredam pelemahan nilai tukar rupiah yang terus merosot tajam.
Desakan ini mencuat setelah mata uang Garuda mencatatkan sejarah kelam dengan menembus level psikologis Rp18.028 per dolar AS.
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menilai bahwa koordinasi antara pemerintah dan otoritas moneter harus segera diperkuat.
Menurutnya, konsolidasi kebijakan fiskal dan moneter mutlak dilakukan guna menahan tekanan eksternal yang kian berat terhadap rupiah. Cucun menyoroti belum adanya pergerakan intervensi pasar yang nyata dari BI di tengah gejolak kurs saat ini.
“Nah ini kita belum kelihatan, kita mempertanyakan,” ujar Cucun saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Cucun mendorong Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk segera duduk bersama dan mengambil langkah taktis. BI diminta mengoptimalkan berbagai instrumen moneter yang dimiliki, termasuk melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing (valas).
