“Satu setengah tahun lalu saya masuk ke Kementerian Kehutanan, sistem tiketnya masih sistem sobek. Saya merasa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan akuntabel,” ketusnya.
Aktivitas Luar Ruangan Jadi Tren Mainstream Generasi Muda
Saat ini Indonesia tercatat memiliki kekayaan kawasan konservasi yang terdiri dari 57 Taman Nasional dan 143 Taman Wisata Alam. Dari data kementerian, grafik kunjungan wisatawan ke destinasi alam tersebut konsisten menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
Kementerian Kehutanan memandang tren positif ini sebagai sinyal pergeseran gaya hidup ke arah yang lebih sehat, terutama di kalangan generasi muda.
“Kunjungan ke Taman Nasional selalu naik tiap tahunnya. Ini menunjukkan tren yang menggembirakan bahwa anak-anak kita tidak hanya suka ke mall, tidak hanya mager main handphone di kamar masing-masing, tetapi outdoor activity (aktivitas luar ruangan) sudah menjadi aktivitas mainstream yang setiap tahunnya meningkat,” papar Raja Juli.
Dengan meningkatnya volume kunjungan tersebut, Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh untuk menjamin aspek keamanan dan kenyamanan di seluruh area konservasi.
Melalui aplikasi “Ayo ke Taman Nasional”, masyarakat kini dapat melakukan pembelian tiket masuk secara daring, memperoleh informasi destinasi mendetail, serta mengakses berbagai fitur layanan penunjang lainnya dalam satu genggaman.
Baca Juga: Pelanggaran Perizinan Dituding Pemicu Banjir Sumatera, Kemenhut Diminta Bertindak Cepat
