“Kemarin di Batam kita resmikan untuk BTS (Buy the Service) ya, ini salah satu solusi juga. Ada beberapa daerah juga sudah melaksanakan pengadaan angkutan umum masalah ini,” imbuh Aan.
Angkutan Umum Dipastikan Belum Terdampak Kenaikan Pertamax
Di sisi lain, Aan menenangkan para pengguna transportasi umum komersial terkait potensi kenaikan tarif.
Ia menegaskan bahwa operasional armada angkutan massal di Indonesia mayoritas masih menggunakan BBM penugasan dan subsidi, seperti Pertalite dan Biosolar.
Dengan demikian, lonjakan harga jual Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni kemarin dipastikan tidak akan menggoyang stabilitas biaya operasional angkutan umum dalam waktu dekat.
“Angkutan umum kan masih disubsidi. Itu masih tidak menggunakan Pertamax. Menggunakan solar yang subsidi. Jadi, belum terdampak,” pungkas Aan.











