Kemendikdasmen Rilis Kriteria Penilaian Lomba Kecerdasan Artifisial EKKA Tingkat Menengah 2026

Kemendikdasmen merilis kriteria dan bobot penilaian lomba kecerdasan artifisial EKKA 2026 guna mencetak inovator AI muda yang beretika dan bertanggung jawab. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara resmi memaparkan kriteria beserta bobot penilaian dalam lomba kecerdasan artifisial EKKA yang menjadi bagian dari Olimpiade Sains Nasional 2026.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan Muhammad Muchlas Rowi menegaskan bahwa pemerintah tengah fokus menyiapkan generasi muda sebagai pencipta teknologi masa depan.

Pihak kementerian menginginkan para pelajar mampu merancang sistem kecerdasan buatan yang beretika, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat luas.

“Jadi kami ingin dalam kriteria lomba juga menekankan responsibilitas kecerdasan artifisial, yang berarti AI harus aman, transparan, adil, dan bermanfaat bagi manusia,” kata Muchlas dalam webinar di Jakarta Pusat pada Senin.

Penyelenggaraan lomba kecerdasan artifisial EKKA ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk melahirkan para pemecah masalah yang cakap dalam mendayagunakan teknologi secara inovatif.

Ekshibisi teknologi jenjang menengah ini dilaksanakan dalam format kompetisi berbasis studi kasus spesifik yang wajib diselesaikan oleh seluruh peserta.

Setiap tim peserta dituntut untuk merancang, membangun, dan mempresentasikan aplikasi berbasis kecerdasan buatan guna menyelesaikan permasalahan dunia nyata sesuai dengan tantangan panitia.

Wakil Presiden Modal Manusia Merkle Innovation Darianti turut membeberkan secara rinci sejumlah indikator krusial yang akan digunakan oleh dewan juri untuk menyeleksi karya.

Kriteria pemahaman masalah dan relevansi peserta terhadap kasus uji yang diberikan mendapatkan porsi bobot penilaian tertinggi sebesar 20 persen.

Bobot nilai yang sama sebesar 20 persen juga dialokasikan secara merata untuk kriteria kreativitas inovasi solusi serta efektivitas dampak pemanfaatan kecerdasan buatan.

Tim dewan juri kemudian akan menilai aspek tanggung jawab kecerdasan buatan sebesar 15 persen dan aspek fungsionalitas purwarupa aplikasi dengan bobot 15 persen.

Sementara itu aspek kejelasan presentasi yang meliputi format video promosi hingga kelengkapan dokumentasi teknis akan menyumbangkan sisa bobot penilaian sebesar 10 persen.

“Kami mendukung upaya dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas maupun inovasi dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab dan menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Pendaftaran kompetisi kecerdasan buatan tingkat nasional ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 15 hingga 22 Juni 2026 melalui portal registrasi resmi Balai Pengembangan Talenta Indonesia.

Setelah tahapan registrasi ditutup seluruh peserta yang telah terdaftar wajib mengunggah dokumen dan hasil karya inovasi mereka pada rentang waktu 22 Juni hingga 3 Juli 2026.

Tahapan pengumpulan karya mewajibkan peserta untuk mengirimkan proposal solusi maksimal empat halaman, video presentasi berdurasi dua hingga lima menit, beserta purwarupa aplikasi yang sudah berfungsi.