Festival 1000 Bakcang juga diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Edi menilai bakcang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon kuliner daerah sehingga dapat memperkuat identitas Kota Pontianak di sektor pariwisata dan gastronomi.
“Bisa juga nanti bakcang ini menjadi salah satu ciri khas makanan Kota Pontianak. Kalau ada tamu dari luar, bakcang ini ada di Kota Pontianak, tidak hanya saat festival, tetapi setiap hari,” ungkapnya.
Menurut Edi, Kota Pontianak saat ini semakin dikenal sebagai destinasi kuliner yang menawarkan beragam cita rasa khas sehingga mampu menarik wisatawan maupun tamu dari luar daerah untuk kembali berkunjung.
“Teman-teman yang datang dari luar kota atau dari daerah ke Pontianak selalu rindu dengan kulinernya. Mereka datang ke Pontianak hanya ingin menikmati kuliner-kuliner yang ada,” tuturnya.
Karena itu, ia berharap keberagaman kuliner yang dimiliki Kota Pontianak terus diperkuat melalui berbagai kegiatan promosi dan pengembangan ekonomi kreatif.
Festival 1000 Bakcang diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana promosi kuliner khas Pontianak yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Ini yang perlu kita tingkatkan di tengah keberagaman jenis makanan yang ada di Kota Pontianak,” katanya.











