Sementara itu, porsi terbesar program dilaksanakan melalui skema multi-year contract 2025–2026 yang mencakup 836 madrasah dengan total anggaran sekitar Rp2,35 triliun. Hingga saat ini progres pelaksanaannya secara nasional telah mencapai sekitar 62 persen.
Khusus di Provinsi Jawa Barat, terdapat 127 madrasah yang menjadi bagian dari program revitalisasi tersebut.
Menko AHY menegaskan bahwa pemerataan akses terhadap fasilitas pendidikan yang berkualitas merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia sekaligus memperkuat daya saing bangsa.
“Kita ingin memastikan anak-anak Indonesia, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman dan berkualitas. Pendidikan yang baik harus didukung oleh infrastruktur yang baik pula,” ujarnya.
Menurut Menko AHY, pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi penerus bangsa sekaligus masa depan Indonesia.











