FAKTANASIONAL.NET — Industri pertahanan maritim Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di panggung internasional.
PT PAL Indonesia tengah bersiap untuk meluncurkan kapal perang jenis Landing Dock (LD) Philippines #1 sepanjang 124 meter pada akhir Juni 2026 mendatang.
Kapal ini merupakan unit pertama dari kontrak pengadaan dua kapal Landing Dock generasi lanjutan (desain mutakhir) yang dipesan khusus oleh pihak Angkatan Laut Filipina (Philippine Navy).
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan bahwa akselerasi atau percepatan dalam proses pembangunan kapal ini mencerminkan tingginya kesiapan fasilitas produksi perusahaan, efektivitas manajemen rantai pasok, serta kompetensi unggul dari SDM yang dimiliki.
“Akselerasi luar biasa ini menjadi bukti nyata dari kapabilitas dan integritas tinggi yang melekat di insan PAL. Di tengah target timeline yang ketat, semangat united ditunjukkan oleh seluruh tim engineering, produksi, hingga manajemen, yang bekerja bahu-membahu demi memastikan mahakarya alutsista ini dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu,” ujar Kaharuddin dalam keterangan resminya, Minggu (21/6/2026).
Efisiensi Tinggi: Waktu Sandar Dok Dipotong Menjadi 6 Bulan
Baca Juga: Wali Kota Singkawang Sebut Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Daerah
Pencapaian impresif ini tidak terlepas dari langkah transformasi menyeluruh yang dijalankan oleh PT PAL Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Penguatan pada fundamental keuangan perusahaan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan waktu sandar dok (docktime), serta integrasi sistem digital secara masif telah mendorong perubahan budaya kerja internal menjadi lebih adaptif, kolaboratif, dan produktif.
Dampak positif dari transformasi digital dan budaya kerja tersebut tecermin sangat nyata pada proyek LD Philippines #1.
Tim produksi PT PAL berhasil memangkas waktu pembangunan di atas dok (dock time) hingga hanya memakan waktu enam bulan saja.
Capaian ini dinilai jauh lebih efisien dan cepat jika dibandingkan dengan proses pembangunan dua kapal pendahulu yang pernah dipesan Filipina sebelumnya, yakni Strategic Sealift Vessel (SSV) BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).
Makna Strategis dan Bukti Kepercayaan Global (Repeat Order)
Kaharuddin menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan kapal perang ini membawa misi diplomatik dan ekonomi yang sangat penting untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina di sektor pertahanan regional.







