Warga Pangkalan Batu Ketapang Rayakan Gawai Adat Sapat Taun dan Peresmian Listrik PLN Lintas Desa

Prosesi peresmian aliran listrik dan perayaan Gawai Adat Sapat Taun di Lapangan Sepak Bola Pasir Putih Desa Pangkalan Batu. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Masyarakat Desa Pangkalan Batu di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang menggelar perayaan Gawai Adat Sapat Taun sekaligus peresmian program PLN Lintas Desa pada Senin (22/6).

Kegiatan bersejarah bagi warga setempat ini dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Pasir Putih sejak siang hari.

Peresmian aliran listrik tersebut dilakukan langsung pada pukul 13.00 WIB bersama Manajer Perusahaan Listrik Negara Kabupaten Ketapang.

Berfungsinya jaringan interkoneksi listrik ini membuat cakupan penerangan kini tersambung ke sejumlah desa di wilayah tersebut.

Aliran listrik tersebut kini melintasi kawasan Sungai Gantang menuju Kedondong lalu Pangkalan Batu hingga Sungai Jelayan di Kecamatan Kendawangan.

Jaringan listrik lintas kecamatan ini bahkan telah sukses menjangkau wilayah Desa Randai yang berada di Kecamatan Marau.

Acara ini diawali dengan prosesi Gawai Adat Sapat Taun yang dipimpin langsung oleh Damung Adat sekaligus Ketua Panitia bernama Alberto Anyab.

Prosesi syukur atas melimpahnya hasil panen padi ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi leluhur suku Dayak di kawasan tersebut tetap dijaga kelestariannya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi peresmian saklar listrik sebagai simbol resmi mengalirnya arus penerangan ke rumah warga.

Kebahagiaan masyarakat semakin lengkap dengan adanya pertunjukan tari adat Dayak serta hiburan musik dari grup New Sanjaya.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Kendawangan bersama Dewan Adat Dayak dan Kepala Desa Pangkalan Batu Mansyur.

Keberhasilan interkoneksi program PLN Lintas Desa ini merupakan wujud nyata implementasi pembangunan infrastruktur secara merata di wilayah Kabupaten Ketapang.

Momentum peresmian ini merupakan buah dari diplomasi panjang pemerintah daerah melalui surat kepada Direktur Utama PLN dan audiensi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada akhir 2025 lalu.

Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa masuknya listrik interkoneksi ini diharapkan segera dioptimalkan untuk percepatan perputaran ekonomi kerakyatan melalui usaha produktif komoditas lokal.

Kehadiran infrastruktur penerangan ini juga diharapkan mampu menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik bagi anak usia sekolah saat belajar di malam hari.

Optimalisasi pelayanan publik di pusat kesehatan masyarakat tingkat desa dan layanan administrasi pemerintahan juga dipastikan akan berjalan lebih cepat dan efektif.

Perwakilan pemerintah daerah secara terbuka menyampaikan komitmen penuh terkait pemerataan infrastruktur kelistrikan ini di hadapan seluruh warga.

“Peresmian hari ini adalah bukti komitmen pemerintah daerah. Target besar kita, pada tahun 2029 seluruh desa di Kabupaten Ketapang sudah harus teraliri listrik secara merata tanpa terkecuali,” ujarnya.

Acara peresmian tersebut kemudian ditutup dengan ajakan bersama kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga fasilitas jaringan listrik yang telah dibangun.

(*Red)