MAKIN detail ceritanya justru makin aneh. Itulah poin penting dari kisah pengembalian amplop dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kepada Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, yang sudah menjadi tersangka korupsi dan ditahan di KPK.
Kisah pengembalian amplop itu sudah aneh. Apalagi kisah pengembalian amplop dari pihak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kepada pihak Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby di Polres Kuantan Singingi dan pakai meterai pula.
Mengembalikan uang pakai meterai dan di Polres Kuantan Singingi, itu kisah yang terlalu detail dan bisa membuat orang tergelak terpingkal-pingkal. Apalagi ditunjukkan Raja Juli Antoni di hadapan publik secara sadar dan bangga bahwa ia bersih.
Tradisi memberi amplop dari pejabat lebih rendah kepada pejabat lebih tinggi rasanya itu sudah biasa. Bahkan, rakyat kecil yang mau memperoleh sesuatu tanda tangan saja, misalnya; harus memberi amplop, itu juga sudah biasa.
Yang tidak biasa itu adalah justru mengembalikan amplop itu dari pejabat lebih tinggi kepada pejabat lebih rendah di Kantor Polisi dan pakai meterai pula. Dan setelah 17 hari pengembalian amplop itu, pejabat lebih rendahnya itu di tangkap oleh KPK.
Lagi-lagi, ini ujian buat KPK. Setelah, sebelumnya, “masuk angin” terkait OTT tempo hari di Sumatera Utara, bahkan memanggil Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saja “tak berani”, kini giliran Raja Juli Antoni dengan kisah pengembalian amplop di Kantor Polisi dan pakai meterai itu.
