Hukum  

Polemik Ijazah Jokowi: Antara Proses Hukum dan Keadilan Publik

Ketegangan semakin meningkat seiring dengan penolakan Roy dan Dokter Tifa terhadap tawaran restorative justice, memilih untuk menempuh jalur pengadilan terbuka sebagai bentuk perlawanan simbolis.

Fenomena ini memunculkan kecemasan akan matinya objektivitas dalam verifikasi bukti. Publik yang skeptis menanti transparansi, namun kekhawatiran akan adanya keberpihakan lembaga negara masih membayangi.

Jika keadilan terus dirasakan timpang, Edy memperingatkan adanya potensi akumulasi kemarahan massa akibat ketimpangan ekonomi dan sosial.

Ia menekankan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto perlu waspada terhadap gejolak di bawah permukaan ini, sebab jika saluran keadilan tersumbat, kepercayaan publik bisa berubah menjadi amuk yang sulit dibendung.[dit]