Hukum  

Kinerja Polri Jadi Sorotan, Indeks Keamanan Indonesia Disalip Timor Leste

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Analis Forum Sipil Bersuara (FORSIBER) Hamdi Putra membedah kabar buruk tentang index tata kelola bidang keamanan Indonesia yang dirilis Global Peace Index (GPI) 2026.

Indonesia secara resmi mencatat kemunduran serius dalam tata kelola keamanan domestik, setelah terlempar ke peringkat 69 dunia dengan skor keseluruhan 1,918.

Posisi ini menempatkan Indonesia jauh di bawah negara tetangga, Timor-Leste, yang kokoh di peringkat 32 dunia dengan skor jauh lebih aman sebesar 1,681 (dalam indeks ini, skor yang lebih rendah menunjukkan kondisi yang lebih damai).

“Penurunan performa Indonesia sebesar 2,5 persen dibanding tahun sebelumnya membongkar rapuhnya fondasi stabilitas dalam negeri, sekaligus memberikan koreksi keras terhadap klaim keberhasilan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang selama ini dinarasikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri),” kata Hamdi, Selasa (7/7/2026).

“Meskipun Timor-Leste juga mengalami penurunan minor sebesar 1,8 persen, namun posisinya tetap jauh lebih stabil,” lanjut Hamdi.

Pria bergaya kalem itu menyebut anjloknya indeks kedamaian Indonesia dipicu langsung oleh kekalahan telak pada dua dari tiga domain utama penilaian GPI, yakni domain konflik domestik dan internasional serta domain keselamatan dan keamanan masyarakat.

Pada domain konflik domestik dan internasional, Indonesia mencatat skor destruktif sebesar 2,192, berbanding terbalik dengan Timor-Leste yang meraih skor aman 1,503.

“Selisih signifikan sebesar 0,689 poin ini menegaskan bahwa tingkat keparahan konflik di Indonesia mencapai 45,8 persen lebih buruk daripada Timor-Leste,” ungkap Hamdi.

Ia menjabarkan kegagalan pengelolaan ini mencakup tingginya intensitas dan durasi konflik internal, angka kematian akibat konflik dalam negeri, hingga kegagalan memitigasi dampak konflik terhadap masyarakat.

Hasil empiris ini, lanjut Hamdi, sekaligus menghantam narasi stabilitas yang kerap diklaim oleh institusi dengan kekuatan besar seperti Polri yang memiliki jaringan hingga tingkat desa.

Kegagalan selanjutnya, kata Hamdi terjadi pada domain keselamatan dan keamanan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan ranah kerja kepolisian sehari-hari.

Exit mobile version