Dulu, ada istri menteri ketahuan ikut rombongan ke luar negeri. Dibongkar netizen, eh si suami yang menteri bantah dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sampai datang ke KPK, menyatakan istrinya tak gunakan uang negara. Kasus serupa terjadi lagi. Satu menteri dan satunya walikota, kasus beda, tapi sama-sama sayang istri. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!
Seminggu ini internet seperti kena petir tiga kali. Bukan karena wasit Francois Letexier minta maaf ke Mesir, melainkan karena muncul dua kisah cinta pejabat. Level romantisnya bikin novel percintaan minder. Satu menteri, satu wali kota. Dua-duanya kompak berkata, “Semua sesuai prosedur.” Kalimat sakti yang sekarang efeknya di telinga publik hampir sama seperti pesan WA, “OTW lima menit,” padahal orangnya masih pakai handuk habis mandi basah.
Episode pertama dibintangi Menteri PU Dody Hanggodo. Dokumen kunjungan kerja ke Amerika Serikat pada 13–19 Juli 2026 bocor. Yang bikin netizen langsung salto bukan tujuan New York-nya, melainkan daftar rombongan. Ada nama istri tercinta, Irma Hermawati, dan putri kesayangan, Aurellia Tsabitha Meidirama.
Jagat maya langsung pecah. “Wah, ini kunjungan kerja atau paket Family Tour Premium?”
Untung ada Sekjen Apri Artoto datang bak superhero berkostum map kuning. Penjelasannya mantap. Nama istri dan anak hanya untuk administrasi visa di Kementerian Luar Negeri. Semua biaya ditanggung pribadi. APBN aman sentosa, tidak keluar sepeser pun. Dokumen juga masih tentatif.
Hebat sekali. Ternyata sekarang cinta sejati bukan dibuktikan dengan bunga mawar atau makan malam romantis, melainkan dengan paspor diplomatik. Romeo pasti minder, Jack Titanic mungkin langsung minta pindah kapal.
Belum selesai netizen membuat meme, panggung berpindah ke Kota Bima. Di sana, Wali Kota A. Rahman H. Abidin alias Aji Man menyuguhkan drama keluarga edisi deluxe. Baru lima bulan menjabat, beliau melantik 87 pejabat. Yang paling disorot tentu sang istri, Badrah Ekawati.
Namun jangan buru-buru pingsan. Menurut wali kota, Badrah bukan ASN dadakan. Ia sudah mengabdi sejak 1993, pernah menjadi pejabat eselon III pada 2016, dan per 1 Juli 2026 hanya “dikembalikan” menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima. Bukan naik jabatan. Hanya pulang ke rumah lama.
Kalimat “dikembalikan” ini indah sekali. Seolah jabatan itu seperti mantan yang akhirnya balikan karena takdir semesta.











