Opini  

Rindu

Rindu

Mereka yang saling mencintai akan belajar menjaga kepercayaan, meski dipisahkan oleh kota, pulau, bahkan negara. Sebab cinta yang sejati tidak diukur dari seberapa sering bertemu, melainkan seberapa kuat tetap bertahan ketika pertemuan belum memungkinkan.

Orang-orang yang merantau demi keluarga memahami betul arti rindu. Mereka bekerja keras di negeri orang sambil menahan keinginan untuk pulang.

Di balik senyum yang mereka tunjukkan, tersimpan kerinduan pada wajah orang tua, tawa anak-anak, atau sosok pasangan yang setia menunggu di rumah. Rindu menjadi pengingat tentang alasan mengapa mereka terus berjuang.

Namun, rindu tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengeluh. Justru di dalam rindu terdapat bukti bahwa ada seseorang yang begitu berarti hingga kehadirannya tidak tergantikan. Tidak semua orang memiliki seseorang untuk dirindukan.

Karena itu, rindu sebenarnya adalah anugerah yang mengingatkan bahwa kita pernah dan masih memiliki ikatan kasih yang begitu kuat.

Pada akhirnya, jarak hanyalah persoalan ruang, bukan persoalan hati. Selama doa masih saling dipanjatkan, kepercayaan tetap dijaga, dan harapan tidak pernah padam, rindu bukanlah tanda kelemahan.

Ia adalah bukti bahwa cinta tetap hidup, meski dipisahkan oleh ribuan kilometer.

Sebab orang yang benar-benar saling mencintai tidak pernah dipisahkan oleh jarak. Mereka hanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk kembali dipertemukan.[dit]