Opini  

Saat Ahmad Khozinudin Berpisah Jalan dengan Roy Suryo

MENURUT saya Roy Suryo, seperti juga Dokter Tifa, tidak lagi memakai jasa Ahmad Khozinudin (AK)sebagai kuasa hukumnya dalam kasus ijazah Jokowi. Meski tujuannya sama, tapi jalan yang ditempuh Roy Suryo dan AK berbeda jauh. Dan Roy Suryo tak bisa mengikuti dua jalan sekaligus pada saat yang bersamaan, meski tujuannya sama sekalipun.

Itulah pendapat saya, usai menyimak secara saksama Podcast Ahmad Khozinudin (AK) di Madilog Forum Keadilan dengan host Darmawan Sepriyossa, baru-baru ini. Roy Suryo akan capek sendiri kalau masih memakai AK sebagai kuasa hukumnya, sementara jalan yang ditempuhnya berbeda, dan ia pasti tidak bisa mengikutinya pada saat yang bersamaan.

Berkali-kali AK mengatakan bahwa ia tidak membela Roy Suryo atau Dokter Tifa, melainkan lebih dari itu, yakni membela perjuangan. Ini tidak salah, malah sangat benar secara idealisme. Apalagi ia kerap mengulang bahwa ia tidak dibayar. Kalau Roy Suryo berkasus dalam masalah lain, maka ia tak akan mau membela tanpa dibayar. Secara praktis, ini kurang elok juga didengar, meski terkesan heroik.

Bahkan, dalam sudut yang lain, apa yang dikatakan AK ini cenderung meniadakan seorang Roy Suryo dan Dokter Tifa itu sendiri, yang bagaimanapun juga menjadi ujung tombak dalam perjuangan membongkar keaslian ijazah Jokowi ini. Makanya, menurut saya, sebaiknya Roy Suryo, seperti halnya Dokter Tifa tidak lagi memakai jasa hukumnya Ahmad Khozinudin (AK).

Biarkanlah AK membela tersangka lainnya, yakni Rizal Fadhillah, Kurnia Tri Royani, dan Rustam Effendi, yang tidak akan lama lagi, mungkin juga berkasnya akan dilimpahkan ke Pengadilan. AK punya cara sendiri untuk berjuang, dan itu terlihat berbeda sekali dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa. Caranya berbeda tujuannya sama, tidak bisa juga dipaksakan bersama.

Exit mobile version