FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Kota Singkawang mendorong para pelaku seni untuk terus melahirkan gagasan inovatif demi memajukan industri kreatif melalui pameran karya rupa.
Dorongan tersebut disampaikan langsung saat peresmian pameran seni tanah liat bertajuk Exhibition Mini Residensi Confluence 2026 di Rumangsa Kopi Singkawang pada Minggu (12/7/2026) malam.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang Chantal Novyanti hadir mewakili pihak pemerintah daerah untuk membuka perhelatan budaya tersebut secara resmi.
Chantal Novyanti menilai kreativitas yang berpijak pada nilai kebudayaan akan melahirkan karya artistik tinggi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pihaknya terus mendesak para perupa muda untuk giat memodifikasi Seni Keramik Singkawang agar bisa bersaing di pasaran tanpa meninggalkan identitas budaya.
“Pertemuan ini menyatukan berbagai generasi seniman dengan latar belakang, cara pandang, dan imajinasi yang berbeda. Kami berharap karya-karya yang lahir memiliki nilai yang kuat tanpa kehilangan identitas asli budaya nasional,” ujarnya.
Pameran pengerjaan tanah liat ini diharapkan dapat difungsikan secara optimal sebagai ruang diskusi dan ajang pertukaran gagasan bagi para seniman lintas generasi.
Pertukaran ide antar pegiat karya rupa dinilai sangat krusial untuk melahirkan berbagai inovasi komersial yang berkontribusi terhadap sektor ekonomi kreatif kota.
“Kami ingin kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang belajar dan berdialog. Dari diskusi yang sederhana bisa lahir ide-ide kreatif yang nantinya berkembang menjadi karya untuk kemajuan Singkawang,” katanya.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ketersediaan ruang berekspresi bagi para pelaku industri seni rupa guna menumbuhkan imajinasi komersial yang baru.
Langkah pengembangan ruang kreativitas komunal ini diyakini mampu mengantarkan Kota Singkawang menjadi salah satu destinasi wisata kreatif andalan di kawasan Indonesia.
Karya inovasi Seni Keramik Singkawang yang dipamerkan oleh Lubang Tanah Kolektif hingga tanggal 20 Juli ini menjadi bukti nyata besarnya potensi kerajinan lokal.
(*Red)











