“Ia telah menuntaskan pencapaian tertinggi dalam sepak bola internasional pada usia yang baru 19 tahun,” tulis Squawka dalam catatannya.
Sebelum mengawinkan gelar di level dunia, Yamal telah lebih dulu meledak di panggung Eropa saat membawa Spanyol menjuarai Euro 2024.
Kala itu, dalam usia yang baru menginjak 17 tahun, ia membantu Spanyol menekuk Inggris 2-1 di partai final dan langsung dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik turnamen.
Bangkit dari Terpaan Cedera
Perjalanan Yamal di Piala Dunia 2026 kali ini sejatinya tidak semulus saat ia bersinar di Euro 2024. Sepanjang turnamen, pemain muda berbakat ini tercatat hanya membukukan satu gol bagi Spanyol.
Perannya di atas lapangan sempat tidak maksimal akibat dibekap cedera yang memaksanya absen dan tidak tampil penuh selama fase grup. Kendati demikian, begitu memasuki fase gugur, Luis de la Fuente kembali mempercayakan sektor kanan penyerangan kepada Yamal.
Kepercayaan tersebut dibayar tuntas. Performa konsisten Yamal di fase krusial sukses mengantar Spanyol merengkuh gelar Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah.
Baca Juga: Didier Deschamps Pertanyakan Kelayakan Wasit Semifinal Piala Dunia 2026











