Fakta Nasional

Sempat Nonton Final Piala Dunia 2026, KPK Tangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini

FAKTANASIONAL.NET - Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa jam sebelum ditangkap, dia masih sempat menonton final Piala Dunia 2026. OTT yang menjerat Bupati Lombok Ba…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Moch. Ade Maulidin Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 21 July 2026 📖 2 menit
Sempat Nonton Final Piala Dunia 2026, KPK Tangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini

FAKTANASIONAL.NET - Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Beberapa jam sebelum ditangkap, dia masih sempat menonton final Piala Dunia 2026.

OTT yang menjerat Bupati Lombok Barat berawal saat KPK menyegel dua ruang kerja pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Dua ruang yang disegel itu ialah ruang kerja Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPK), Lalu Ratnawo.

Lalu Ahmad sempat nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat hingga subuh. Beberapa jam kemudian, ruang kerja dia di Lombok Barat disegel KPK.

Komisi ini juga menyegel ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Lalu Ratnawo sekitar pukul 7.30 Wita.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat, Akhmad Saikhu mengaku dia baru tahu penyegelan setelah tiba di kantor.

Sebelumnya, dia bersama Bupati LAZ dan sejumlah pejabat masih mengikuti nonton bareng Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina di partai final.

"Saya mungkin dalam konteks ini tidak akan menjelaskan lebih jauh. Karena tadi pagi kan kita nonton (final Piala Dunia) bareng (Bupati) sampai pagi kita di lapangan, terus setelah itu udah selesai bola pulang kita," ujarnya. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcayanto mengonfirmasi OTT di Lombok Barat yakni Lalu Ahmad.

"Benar," ujarnya.

KPK melakukan OTT di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Total sebanyak 19 orang yang diamankan KPK, termasuk Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Tujuh orang ini dibawa ke gedung KPK, Jakarta, pada Senin (20/7/2026) malam.

Komisi ini akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tujuh orang tersebut.

"Yang kemudian 7 di antaranya malam ini akan dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap Jubir KPK, Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta Selatan pada Senin (20/7/2026).

Pihak yang diamankan dari kalangan Pemkab Lombok Barat hingga pihak swasta. Ahmad Zaini ditangkap KPK di rumah dinasnya.

"Pihak-pihak lain juga diamankan di sejumlah lokasi di wilayah Lombok Barat. Dari pihak yang diamankan ini kemudian tim melakukan pemeriksaan awal di Mako Brimob Lombok Barat," ucapnya.

Budi Prasetyo meneruskan<span;> OTT terhadap Lalu Ahmad berkaitan dengan dugaan suap yang diterima Lalu Ahmad dari sejumlah proyek di Lombok Barat.

"Perkara ini diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di lingkungan Kabupaten Lombok Barat," tuturnya.

Sejumlah bukti disita KPK dari OTT terhadap Bupati Lombok Barat. Bukti-bukti itu mulai dari uang tunai hingga dokumen.

"Barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan juga beberapa dokumen yang diduga terkait dalam perkara ini," ucapnya.

KPK belum mengungkap secara rinci tentang nominal uang yang disita dalam OTT Bupati Lombok Barat.

"Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah," ujarnya.

Lalu Ahmad dan enam orang lainnya akan tiba di Gedung Merah Putih KPK malam ini.

Mereka akan diperiksa lebih lanjut sebelum KPK menentukan status hukum pihak-pihak yang ditangkap.

"Tentu nanti yang dibawa di Jakarta yang memang sesuai kebutuhan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya. (adm)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK