Sejumlah pejabat pemerintahan Trump juga berpandangan bahwa sebagian kantor diplomatik berukuran kecil dinilai kurang strategis serta tidak lagi memberikan manfaat yang sebanding dengan biaya operasionalnya.
Saat dimintai tanggapan, Kemlu AS tidak secara langsung mengonfirmasi penutupan lima misi tersebut.
Lembaga itu menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kehadiran diplomatik Amerika Serikat tetap berjalan secara efisien dan efektif.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut menyebut langkah penghematan tersebut diperlukan untuk menyesuaikan ukuran organisasi yang dinilai terlalu besar dan birokratis.
Sebagai perbandingan, pada era Presiden Joe Biden, pemerintah AS justru membuka beberapa misi diplomatik baru di kawasan Pasifik guna memperkuat pengaruh Washington di tengah persaingan dengan China.[dit]











