FAKTANASIONAL.NET – Ancaman terhadap kedaulatan negara kini tidak lagi terbatas pada serangan militer fisik, melainkan telah merambah ke ruang siber dan perang informasi.
Menghadapi dinamika tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersepakat memperkuat literasi digital masyarakat melalui Program Bela Negara.
Sinergi strategis tersebut dimatangkan dalam pertemuan audiensi di Kantor Komdigi, Jakarta, pada Kamis (6/8/2026).
Langkah ini diambil guna memagari publik dari paparan informasi bohong serta membentuk ketahanan bangsa di era transformasi digital.
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, memaparkan fokus kolaborasi kedua instansi yang meliputi pengayaan materi literasi digital dalam kurikulum Bela Negara hingga optimalisasi media digital melalui produksi konten edukatif.
Inisiatif ini disambut baik oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kecakapan digital masyarakat dalam menyaring arus informasi.
“Literasi digital merupakan kebutuhan penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi hoaks, misinformasi, dan disinformasi,” ujar Meutya Hafid.
Dampak ancaman siber yang kian kompleks juga digarisbawahi oleh Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi), Nezar Patria.
Menurutnya, serangan di ruang digital kini menargetkan pola pikir masyarakat secara masif.











