Opini  

MBG Ayam Goreng Belatung, Maaf Boleh, Tapi Jangan Anak Orang Ente Korbankan

MBG Ayam Goreng Belatung, Maaf Boleh, Tapi Jangan Anak Orang Ente Korbankan/(Ilustrasi AI)

Kalau perlu, Mas Dar alias Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), ikut duduk di meja makan. Bukan untuk menghukum siapa-siapa. Sekadar membuktikan, makanan disebut bergizi itu memang layak masuk ke perut manusia.

Sebab anak-anak bukan kelinci percobaan. Mereka bukan peserta acara MasterChef: Edisi Ompreng Misterius. Mereka juga bukan pasukan harus dilatih menghadapi protein yang bisa merayap.

Satgas MBG Kubu Raya, melalui Ketua Satgas sekaligus Sekda Yusran Anizam menyatakan, kasus tersebut akan diperiksa sesuai SOP. Jika ada unsur kesengajaan, pihak yang bertanggung jawab akan ditindak. Jika tidak disengaja tetapi makanan terbukti tidak layak konsumsi, pengelola tetap harus bertanggung jawab. Pengelola SPPG bahkan bisa diganti.

Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya Muhammad Amri juga meminta dapur SPPG ditutup sementara jika terbukti melanggar. “Sikat saja, Pak. Saatnya ente beraksi!” Bagus. Sebab permintaan maaf harus diikuti pertanggungjawaban.

Terlebih SPPG Selat Remis Teluk Pakedai melayani sekitar 2.035 penerima manfaat di 26 sekolah. Ini bukan satu piring. Ini ribuan perut anak.

Mas Dar sebelumnya menyatakan 833 SPPG telah ditutup permanen hingga 27 Juli 2026 karena berbagai pelanggaran, mulai higienitas, sanitasi, kualitas makanan, kasus keracunan, hingga persoalan IPAL. Maka Teluk Pakedai jangan dianggap sekadar insiden kecil.

Anak-anak membutuhkan makanan bergizi, bukan makanan membutuhkan penyidik sebelum dimakan. Kalau ayam belatung itu benar-benar layak, silakan yang paling bertanggung jawab mencicipinya terlebih dahulu. Sebab ada satu prinsip sederhana, kalau kita sendiri tidak mau memakannya, jangan pernah menyuruh anak orang memakannya.