Kartun Anak dulu Melawan Monster, Sekarang Raja Terakhirnya Uang Seratus Ribu Anomali

Kartun Anak dulu Melawan Monster, Sekarang Raja Terakhirnya Uang Seratus Ribu Anomali/(Ilustrasi)

COBA-COBA memperhatikan keponakan yang sedang serius di depan layar tablet, awalnya saya kira sedang menyaksikan pertarungan hidup dan mati.

Wajahnya tegang, mata fokus, tangan bergerak cepat. Saya pun ikut penasaran.

Dalam pikiran saya, jangan-jangan ini kisah klasik: sekelompok manusia dikejar monster, lalu muncul pahlawan kecil yang harus menyelamatkan dunia.

Ternyata saya salah besar.

Monster yang datang bukan makhluk bertaring, bukan naga, bukan alien, dan bukan pula pasukan zombie.

Musuhnya malah… uang rupiah. Dan yang lebih mengejutkan, raja terakhir yang harus ditaklukkan adalah uang pecahan Rp100 ribu setelah menaklukkan uang” setelahnya.

Saya yang melihatnya malah tertawa. “Ane Ngakakk abis dah,” kira-kira begitu reaksi batin saya. Hahaha.

Di sinilah lucunya perkembangan zaman. Dulu kartun anak-anak sering membawa kita ke dunia imajinasi: monster menyerang kerumunan manusia, pahlawan muncul, lalu dunia diselamatkan.

Sekarang, musuh dalam permainan justru terasa semakin dekat dengan kehidupan nyata.

Kalau dulu anak belajar melawan monster, sekarang mereka seperti diajak berhadapan dengan simbol ekonomi.

Dari Monster ke Rupiah