Belasan Tahun Dagang Oli, Masa Soal Keaslian Edy Chao Tak Tahu?

Belasan Tahun Dagang Oli, Masa Soal Keaslian Edy Chao Tak Tahu?
Belasan Tahun Dagang Oli, Masa Soal Keaslian Edy Chao Tak Tahu?/(Ilustrasi/@FKN)

IZIN GURU! Kalau dagang oli baru sehari-dua hari, masih bisa dimaklumi kalau belum hafal mana oli asli dan mana yang bikin dompet konsumen ikut “terbakar”.

Tapi ini ceritanya belasan tahun.

Sejak 2009, bisnis sudah berjalan. Barang datang, barang dibeli, barang dijual, uang berputar. Kalau setiap hari bertemu oli, masa hubungan mereka cuma sebatas “kenal wajah, tidak kenal karakter”?

Dikutip dari Faktakalbar.id, Senin (17/8/2026), mantan sales Edy Chao, Jojo, mengungkap adanya selisih harga sekitar 30 sampai 45 persen antara oli resmi Pertamina dan produk yang dijual Edy.

“Selisihnya sekitar 30 sampai 45 persen antara oli resmi Pertamina dengan oli yang dijual Edy Chao. Oli itu kemudian dijual ke bengkel-bengkel, dan bengkel menjualnya kepada konsumen dengan harga sedikit lebih murah dibandingkan oli resmi,” ujar Jojo.

Kalau harga tetangga sebelah Rp100 ribu, kita dapat Rp55 ribu, naluri manusia normal biasanya bukan berkata, “Wah, rezeki anak saleh!”

Minimal bertanya:

“Bang, ini oli atau oli-oli-an?”

Belasan Tahun, Tapi Katanya Tidak Tahu

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Mempawah pada 4 Agustus 2026, saksi pelapor Andi Wardayanto mempertanyakan klaim Edy yang mengaku tidak mengetahui produk tersebut palsu.

“Edy Chao sudah menjalankan bisnis oli ini sejak 2009. Kalau sudah berlangsung dalam kurun waktu yang panjang, tidak masuk akal apabila dia sama sekali tidak menduga bahwa barang yang dibelinya adalah palsu,” ujar Andi.

Sekali lagi, tidak tahu bukan berarti otomatis bersalah.

Tetapi logika bisnis juga jangan sampai disuruh cuti.

Kalau jualan sudah belasan tahun, seharusnya bukan cuma hafal harga kulakan. Asal barang, pemasok, dokumen, kualitas, sampai keluhan pelanggan mestinya ikut masuk daftar perhatian.

Masa yang hafal cuma, “Untungnya berapa?”

Sementara pertanyaan “Barangnya dari mana?” malah tidak ikut dihitung?

Lebih menarik lagi, Andi menyebut adanya dugaan perlindungan dari aparat tertentu, pemberian uang kepada sejumlah media agar aktivitas tersebut tidak diberitakan, persoalan perpajakan, hingga laporan masyarakat mengenai dugaan oli palsu.

Semua itu tentu tuduhan serius dan wajib dibuktikan. Jangan sampai ruang sidang berubah menjadi festival “katanya-katanya”.

Jangan Cuma Cari Orang yang Pegang Botol

Ketua DPW Purbaya Kalimantan Barat Rizal Karyansyah, S.H., meminta seluruh rangkaian transaksi diperiksa.

“Harus dilihat dari fakta-fakta persidangan secara menyeluruh, rangkaian perbuatannya, serta keyakinan majelis hakim,” ujarnya.

Exit mobile version