Praktisi Hukum Soroti Pemblokiran Rekening Seorang Aktivis Oleh Bank Mandiri, Osep Doddy: Ada Kesesatan Dalam Penerapan Hukum
FAKTANASIONAL.NET - Seorang praktisi hukum di Lampung, menyoroti adanya penundaan transaksi atau pemblokiran rekening milik seorang aktivis Pati bernama Supriyono oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk saat mendampingi warga menggelar aksi di depan Gedu…
Pemblokiran rekening Supriyono yang merupakan seorang koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tersebut berdasarkan perintah atau surat yang dikeluarkan oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
"Ini bisa dikategorikan menabrak hak asasi serta asas kehati-hatian dalam penegakan hukum pidana," katanya kepada Faktanasional melalui sambungan ponselnya, Rabu (26/8).
"Adanya kesesatan penerapan hukum (Misapplication of Law) atau membaurkan kewenangan penundaan transaksi berdasarkan Pasal 26 Undang-undang TPPU dicampuradukkan dengan pemblokiran atau penghentian transaksi berdasarkan Pasal 71. Padahal keduanya memiliki subjek, durasi, serta prosedur yang berbeda secara hukum," jelas dia.
"Seorang nasabah mem mempunyai hak untuk menuntut kerugian keperdataan berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata atau Perbuatan Melawan Hukum akibat membekukan akses dana secara tanpa hak," kata dia.
"Sebagai seorang konsumen, para korban juga dapat membuat pengaduan perlindungan konsumen perbankan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengevaluasi legalitas tindakan penundaan transaksi oleh pihak bank dan kepolisian," katanya.
Sebelumnya, Supriyono beberapa waktu lalu mengaku bahwa rekeningnya telah diblokir saat ia mendampingi warga menggelar aksi di depan Gedung DPR RI pada Jumat tanggal 21 Agustus 2026 lalu. Rekening tersebutberisi sekitar Rp80,9 juta yang merupakan dana pribadi dan donasi masyarakat untuk kebutuhan peserta aksi termasuk makanan, transportasi, hingga akomodasi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.