FAKTANASIONAL.NET – Teheran kembali meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Washington. Iran menuntut Amerika Serikat (AS) membayar kompensasi penuh atas kerugian yang disebut muncul akibat penerapan sanksi sepihak.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan tuntutan itu melalui pesan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan (DK) PBB pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Dikutip dari MetroTVNews.com, Araghchi menilai kebijakan AS merupakan bentuk “kampanye terorisme ekonomi” melalui tindakan koersif sepihak yang bertentangan dengan hukum internasional.
“Republik Islam Iran mempertahankan haknya untuk menggunakan seluruh cara yang tersedia guna menuntut pertanggungjawaban, kompensasi, dan pemulihan serta meminta para pelaku tindakan tidak manusiawi dan melanggar hukum ini bertanggung jawab,” kata Araghchi, sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Iran, IRIB, dikutip dari Anadolu.
Araghchi menyatakan tindakan Washington menimbulkan tanggung jawab internasional, termasuk kewajiban memberikan kompensasi atas kerugian material dan moral yang dialami Iran melalui restitusi maupun reparasi.
Ia juga meminta DK PBB dan negara anggotanya menolak penggunaan sanksi sepihak serta sanksi sekunder yang digunakan AS untuk menekan negara berdaulat.











