FAKTANASIONAL.NET – Kelompok pemuda Pati, Jateng, angota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dituding oleh sopir ojol sudah terima Rp500 juta dari anggota DPR. Indikasinya, menurut ojol, karena AMPB langsung pulang ke Pati, Kamis siang, 27 Agustus 2026 setelah bertemu anggota DPR. AMPB tidak demo sampai malam.
Tudingan itu aneh. AMPB demo ke Gedung DPR dengan tuntutan mendesak DPR RI mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor. Menanggapi itu, anggota DPR rapat di dalam Gedung. Koordinator AMPB Supriyono alias Botok diundang menyaksikan jalannya rapat. Setelah rapat usai, Botok diminta anggota DPR membacakan hasil rapat di depan massa demo.
Hasil rapat ditulis pada kertas berkop DPR RI. Intinya, pihak DPR berjanji mengesahkan RUU tersebut paling lambat 15 Desember 2026. Selesai.
Botok seusai membacakan surat janji DPR itu ia segera mengkoordinir massa AMPB untuk langsung pulang ke Pati. Siang itu juga mereka berkumpul di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, lalu naik ke bus masing-masing. Bus berangkat menuju Pati.
Sementara itu, demo di depan DPR terus berlangsung sampai malam, bahkan dini hari. Sekitar 2.000 personil TNI-Polri mendesak massa terus mundur, sehingga bubar menjelang pagi, Jumat, 28 Agustus 2026.
Massa AMPB Ditampung di Rumah Gus Dur
Dari situ pihak sopir ojol kecewa pada kelompok AMPB. Salah satu juru bicara ojol seorang Wanita berjaket hijau khas ojol.
Perempuan itu mengatakan: “Kami warga Jakarta merasa diberaki sama kalian, AMPB. Kalian main pulang saja sesudah dari dalam. Kalian sudah cair, terima Rp500 juta dari DPR, terus kalian pulang. Bagaimana nasib rekan-rekan saya yang sudah membekingi Anda?”
Menurut perempuan itu, mestinya AMPB berdemo sampai malam, bila perlu sampai pagi. Karena, kelompok AMPB sudah dibantu para sopir ojol dengan tumpangan motor gratis serta sumbangan makanan dan uang.
Pernyataan perempuan yang diunggah ke medsos itu pun viral. Dikomentari warganet dengan aneka komentar.
Di situ tampak, bahwa sesama rakyat miskin berbenturan pendapat. Massa AMPB yang menyisihkan uang untuk menyewa bus dari Pati menuju Jakarta. Melawan sopir ojol yang sehari-hari keliling Jakarta mencari penumpang untuk menafkahi keluarga. Sama-sama orang susah alias miskin. Mereka berantem sendiri saat para pendemo berusaha menyerang orang kaya yang kekayaannya dari mencuri uang rakyat, koruptor. Sangat ironis.
Jumat siang, 28 Agustus 2926, Botok melakukan klarifikasi. Kepada wartawan di Pati, ia mengatakan, tudingan sopir ojol Jakarta itu tidak benar.
“Kami pulang ke Pati, karena tuntutan kami mendesak DPR mengesahkan RUU itu sudah ditanggapi dengan surat janji. Ya, sudah. Kami pulang. Mau apa lagi demo sampai malam?” katanya.
Rekening Botok Rp80,9 Juta di Bank Mandiri Diblokir Sepihak
Pihak AMPB, kata Botok telah meminta izin pamit pulang pada Kamis siang kepada para Ojol. Para Ojol kata Botok, yang membuka jalan untuk warga Pati meninggalkan DPR RI saat situasi mulai memanas karena provokasi.
Maka dari itu Botok curiga, wanita paruh baya yang menuduh warga Pati menerima uang Rp500 juta adalah provokator yang sengaja mendiskreditkan aksi warga Pati.







