Fakta Nasional

Dedi Mulyadi Soal Kudeta SSB versi Said Didu

FAKTANASIONAL.NET - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons unik ketika namanya dikaitkan dengan kelompok SSB (Singapura Solo Bandung) yang disebut berencana kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto di Oktober 2026. Dedi memelesetkan istilah kud…

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 30 August 2026 📖 2 menit
Dedi Mulyadi Soal Kudeta SSB versi Said Didu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama rakyat. Foto: Pemdaprov Jabar

FAKTANASIONAL.NET - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons unik ketika namanya dikaitkan dengan kelompok SSB (Singapura Solo Bandung) yang disebut berencana kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto di Oktober 2026. Dedi memelesetkan istilah kudeta menggunakan bahasa Sunda.

Seperti diberitakan, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu dalam podcast dengan mantan Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, bakal terjadi kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto. Pelakunya kelompok SSB (Singapura Solo Bandung). Nah, yang Bandung itulah dimaksudkan sebagai Dedi Mulyadi.

Prediksi Kudeta Oktober 2026 Diungkap Said Didu

Menurut Dedi, kata "kudeta" dapat dimaknai secara berbeda dalam bahasa Sunda. Ia menyebut istilah tersebut sebagai "Ku Dedi teh anggeus". Artinya, seluruh persoalan selesai ketika diri Dedi datang.

Dedi kepada wartawan mengatakan, "Nah saya memang oleh orang Jawa Barat hari ini bener banget, Pak. Saya kudeta, Pak. ‘Ku Dedi teh anggeus’. Apa itu kudeta? Ku Dedi teh anggeus, Pak. Artinya seluruh masalah selesai ketika saya datang, itu harapan orang Jawa Barat, Pak,"

Dedi mengungkapkan bahwa pada awalnya ia tidak berniat memberikan komentar karena namanya tidak disebut secara langsung dalam pernyataan Said Didu yang beredar.

Namun, ada petunjuk tertentu yang membuatnya kemudian melakukan pengecekan kepada sejumlah orang yang lebih senior dan mengetahui konteks pembicaraan tersebut.

Dedi menyebut dirinya memperoleh informasi bahwa sosok yang dimaksud sebagai orang yang suka menggunakan kuda di Bandung adalah dirinya.

"Tadinya saya tidak akan ngomong, pak, karena bapak kan tidak menyebut nama. Nah saya crosscheck, pak, ke teman-teman saya, senior-senior saya. Dan senior saya mengatakan yang dimaksud orang suka pakai kuda di Bandung = KDM (Kang Dedi Mulyadi)," ucapnya.

Keterangan tersebut kemudian menjadi dasarnya untuk memberikan tanggapan secara terbuka. Alih-alih membenarkan adanya agenda politik sebagaimana tudingan yang dikaitkan dengannya, sang gubernur justru mengemas jawabannya dalam bentuk permainan bahasa yang bernuansa khas Jawa Barat.

Bagi Dedi, perannya sekarang memimpin wilayahnya dan memastikan program pembangunan berjalan. Ia menutup tanggapannya terhadap pernyataan Said Didu dengan tetap menyampaikan apresiasi kepada pihak yang menyampaikan analisis tersebut.

Gelar Sayembara Penangkapan Begal, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bersumber dari Kantong Pribadi

"Saya ucapkan terima kasih, salam buat bapak. Semoga bapak sehat, bahagia selalu, dan tetap kritis untuk kepentingan bangsa dan negara. Hatur nuhun, bapak," ucapnya.

Sebelumnya, Said Didu menyebut bahwa dirinya mendapatkan informasi terkait afiliasi Dedi Mulyadi. Ia disebut terlibat dalam Kubu Singapura, Solo, dan Bandung atau SSB. Untuk yang Bandung adalah Dedi Mulyadi.

"Ada segitiga SSB: Singapura, Solo, Bandung," ujar Said Didu.

SSB Kapuas Khatulistiwa Terbaik di Kalimantan Barat

Ia menyebut informasi yang diperolehnya datang dari berbagai pihak. Ia juga mengklaim mendapatkan informasi dari kalangan internal.

"Ah, banyak sekali informasi saya yang sudah dapat sampai saat ini dipasok lihat sama kalangan-kalangan di dalam ya. Saya kan tiap hari muter aja ke mana-mana dapat informasi. Nah, dan tanda-tandanya sangat jelas," katanya. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK