Waduk Karian Surut akibat El Nino, Desa Somang dan Masjid Al Mujahiddin Kembali Terlihat
FAKTANASIONAL.NET – Menyusutnya permukaan air Waduk Karian di Kabupaten Lebak, Banten, membuat sisa permukiman Desa Somang yang sebelumnya tenggelam kembali terlihat. Reruntuhan rumah hingga bangunan Masjid Al Mujahiddin muncul di area waduk y…
FAKTANASIONAL.NET – Menyusutnya permukaan air Waduk Karian di Kabupaten Lebak, Banten, membuat sisa permukiman Desa Somang yang sebelumnya tenggelam kembali terlihat.
Reruntuhan rumah hingga bangunan Masjid Al Mujahiddin muncul di area waduk yang mengering di tengah kondisi kekeringan yang dikaitkan dengan fenomena El Nino.
Pemandangan tersebut terekam melalui pengambilan gambar udara menggunakan drone pada Jumat, 23 Oktober 2026. Bangunan-bangunan yang sebelumnya berada di bawah genangan kini tampak di antara daratan yang terbuka akibat penurunan permukaan air.
Kemunculan kembali sisa Desa Somang memperlihatkan perubahan lanskap di sekitar waduk. Struktur rumah dan bangunan lain menjadi penanda keberadaan permukiman lama yang kini terlihat kembali ketika volume air menyusut.
Fenomena El Niño berpotensi mengurangi curah hujan dan memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan, terutama ketika pasokan air tidak mencukupi kebutuhan di wilayah terdampak.
Meski demikian, penurunan permukaan air Waduk Karian tidak hanya dipengaruhi fenomena iklim. Curah hujan setempat, aliran air yang masuk ke waduk, serta pemanfaatan air juga menjadi faktor yang memengaruhi ketinggian permukaan air.
Waduk Karian merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang memasok kebutuhan air bagi wilayah sekitarnya, termasuk kawasan Jakarta. Karena itu, perubahan ketinggian airnya menjadi perhatian, khususnya saat kondisi kering berlangsung dalam waktu panjang.
Sisa bangunan Desa Somang yang kembali terlihat menjadi gambaran langsung perubahan kondisi waduk di tengah kekeringan. Situasi ini juga memperlihatkan bagaimana perubahan lingkungan dapat membuka kembali kawasan yang sebelumnya tertutup air.
Di tengah menyusutnya air waduk, kehidupan masyarakat di sekitarnya tetap berlangsung. Pada 23 Oktober 2026, Sukena, 57 tahun, terlihat menggendong cucunya yang berusia enam bulan saat bermain di dekat perahu di kawasan waduk.
Sejumlah warga juga terlihat melintasi area yang kembali terbuka. Sepeda motor melintas di dekat reruntuhan rumah dan masjid, menunjukkan bahwa penurunan air membuat bagian kawasan yang sebelumnya tergenang kembali dapat dilalui.
Salah satu bangunan yang terlihat ialah sisa Masjid Al Mujahiddin, yang menjadi bagian dari jejak permukiman lama Desa Somang.
Kemunculan kembali kawasan tersebut menggambarkan perubahan permukaan Waduk Karian selama periode kering. Kondisi ini sekaligus menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya air dan kewaspadaan terhadap dampak kekeringan bagi lingkungan serta kebutuhan masyarakat.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.