Hukum  

Mahfud MD: AWAS… DPR Jangan Ubah Isi RUU Rampas Aset

Mahfud M. Foto: SpiritNTT

Ucapan Budi Arie di Samping Jokowi Dipertanyakan, Pengamat Soroti “Begin van Uitvoering”

​Ia menganalisis bahwa kegaduhan publik hingga aksi teguran PSI kepada Budi Arie mungkin saja sebuah skenario psikologis untuk memecah fokus, mencari sensasi panggung, sekaligus memberikan daya tekan terselubung kepada kubu Prabowo.

Sorotan beralih pada isu paling sensitif: hasil survei independen (seperti Tempo, SMRC, dll) yang memotret tingkat kepuasan publik (approval rating) pada pemerintahan Prabowo yang terjun bebas ke kisaran 37 persen.

Mahfud membenarkan bahwa angka tersebut adalah buah dari buruknya tata kelola pemerintahan di fase-fase awal kepemimpinan Presiden Prabowo.

Mahfud juga memberikan apresiasi atas respons diam-diam Prabowo yang dinilainya mulai mau mendengar kritik rakyat.

Prabowo kini dinilai mulai menanggalkan ego dengan mengurangi intensitas pelesiran ke luar negeri secara drastis, serta mengurangi pidato berbalut improvisasi tak terukur yang selama ini kerap menjadi parodi netizen.

​Mahfud memuji keberanian Prabowo merombak karut-marut tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk menutup puluhan hingga ratusan dapur yang tak efisien.

Ia juga tak segan “menyentil” kasus dugaan korupsi besar, seperti skandal Bea Cukai, yang terkesan mandek karena disinyalir menyeret nama-nama dekat penguasa.

Ia juga menyindir keras sikap menteri yang dahulu berjanji manis namun kini kinerjanya loyo.

“Dari Menteri Keuangan sudah setahun sebentar lagi dia jadi menteri, gak ada yang dulu dijanjikan… hebatnya bukan main, blek blek blek, sekarang jadi kerupuk orangnya,” sindir Mahfud dengan nada kecewa.

Menkeu Purbaya Punya Mobil Listrik Baru Miliaran, Xpeng X9 Jadi Sorotan

Sebagai penutup yang menenangkan, Mahfud membawa kesejukan dari kunjungannya ke Tambak Beras, Jombang dalam rangka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Ia mendefinisikan ulang esensi “Warga NU” sebagai siapa saja, dari latar belakang agama apa pun, yang memiliki napas kebangsaan dan menjunjung tinggi pluralisme selayaknya pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

​Mahfud mengucapkan selamat kepada K.H. Miftachul Akhyar yang terpilih kembali sebagai Rais Aam, serta Gus Kikin (K.H. Abdul Hakim Mahfudz) sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU yang baru.

​”Bersatulah, buang dan hilangkan, singkirkan pengalaman-pengalaman pahit yang baru-baru ini terjadi. Majulah NU ke depan sebagai kekuatan masyarakat yang telah berhasil ikut membangun negara,” pesan Mahfud dengan penuh emosi yang menggugah. (dwo)