Apalagi, dulu, Fahri Hamzah pernah mengatakan bahwa kalau dia menjadi Presiden, maka setahun dijaminnya korupsi bakal hilang di negeri ini. Refly Harun agaknya lebih tertarik menggali itu daripada menanyakan lebih jauh tentang Presiden Prabowo.
Fahri Hamzah sama sekali tak menjawab arah pertanyaan Refly Harun itu. Fahri hanya menjawab secara filosofis bahwa amalan yang terbaik itu ada di aktivitas politik, kendati kalau tak hati-hati, niat yang jelek, aktivitas politik berubah menjadi sebaliknya.
Politik bagi Fahri Hamzah memiliki dua sisi, yakni sisi kekuasaan dan pengetahuan. Ia ingin berpolitik karena pengetahuan, bukan kekuasaan. Kekuasaan yang tak dituntun pengetahuan, jadilah kekuasaan itu menjadi amalan terburuk, bukan yang terbaik sesuai keinginan.
Sebagai jubir Prabowo selama tiga kali Pilpres, tak terbersit keinginan Fahri Hamzah untuk maju, kalau Prabowo maju lagi pada periode kedua nantinya. Fahri seperti mengelak dan lebih memilih mengantarkan Prabowo sampai ke ujung, sampai selesai. (ERIZAL)
Sumber: FB @erizal.sastra










