Abu Anak Krakatau Rugikan 150.000 Penumpang

Penumpang pesawat terdampak abu Bunung Anak Krakatau. Foto: Instagram

Walkot Jaksel: Ayo… Pakai Masker Hindari Abu Gunung Anak Krakatau

Untuk mengurangi tekanan terhadap mobilitas masyarakat, Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang tidak terdampak sebaran abu vulkanik.

Beberapa di antaranya adalah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Yogyakarta, serta Bandara Juanda Surabaya.

Namun, pengalihan penerbangan ke bandara alternatif juga membutuhkan kesiapan transportasi lanjutan.

AHY meminta transportasi darat, termasuk kereta api, disiapkan untuk membantu penumpang yang tidak dapat langsung mendarat di Jakarta.

“Moda transportasi darat tentunya ini yang harus disiapkan, kereta, yang kita juga harus dorong agar memudahkan para penumpang yang seharusnya langsung landing di Jakarta tetapi harus mungkin berhenti di Kertajati, misalnya, untuk bisa datang ke Jakarta,” ujarnya.

Untuk transportasi laut, AHY meminta seluruh pihak tetap waspada dan memastikan kegiatan penyeberangan memperhatikan aspek keselamatan serta potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan penumpang.

Sejarah Kelam Gunung Krakatau Sejak Letusan 1883

Pemerintah, lanjut AHY, terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik bersama BMKG, AirNav Indonesia, Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, maskapai, dan pemangku kepentingan terkait.

Kondisi tersebut dievaluasi secara berkala untuk menentukan langkah operasional berikutnya.

AHY menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas dalam menghadapi gangguan penerbangan akibat bencana alam. Namun, perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak juga tidak boleh diabaikan. (*)